Hot!

Other News

More news for your entertainment
Tampilkan postingan dengan label Raja Salman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Raja Salman. Tampilkan semua postingan

Ternyata ini alasan Raja Salman pilih Bali jadi destinasi liburan

Wakapolri Komjen Syafruddin. ©2017 Merdeka.com/gede nadi jaya
Didampingi Wakapolri Komjen Syafruddin, Dubes Kerajaan Arab Saudi di Jakarta, Usamah bin Abdulah Asyuaibi, mengungkap alasan Rajanya memilih berlibur ke Bali bersama pangeran dan rombongan kerajaan.

Dikatakan Usamah bin Abdulah Asyuaibi, bukan soal keamanan yang jadi pilihan Raja Arab Saudi memilih Bali. 

"Raja sangat yakin dan percaya akan jaminan keamanan yang diberikan oleh Polri dan TNI tidak hanya di Bali tetapi di seluruh wilayah di Indonesia ini. Serta kegembiraan rakyat Indonesia juga sangat membuat raja senang," kata Usamah bin Abdulah Asyuaibi, Sabtu (4/3) di Nusa Dua Bali.

Lalu apa yang jadi alasan memilih Bali? Kata dia Raja sangat suka laut. Keindahan laut di Bali sudah lama ingin ia saksikan sendiri. Karenanya selama di Bali, lanjutnya dimungkinkan akan lebih banyak menghabiskan waktunya di sejumlah pantai di Bali.

"Laut Bali sudah lama jadi keinginan raja untuk di kunjungi. Laut Bali sangat lepas, semua keindahan laut di Bali sudah lama diketahuinya dan ingin dikunjunginya," bebernya.

Dirinya tidak bisa menyebutkan laut mana saja yang akan dikunjungi oleh orang nomor satu di Arab Saudi ini.

"Saya tidak tau kemana saja Raja kami akan berkunjung. Namun hanya menyebut sangat ingin melihat laut di Bali, hanya itu," singkatnya.

Sementara itu, Komisaris Jendral Syafruddin menegaskan akan tetap menjamin keamanan selama liburan rombongan raja Arab Saudi, lima hari di Bali.

Orang nomor dua di tubuh Polri ini juga menegaskan tidak ada penutupan akses jalan umum selama tour rombongan.

"Kita tetap berikan pengamanan, tanpa mengganggu aktifitas masyarakat. Tidak penutupan jalan dan tidak ada penutupan lokasi yang dikunjungi. Tetapi kita tetap berikan pengawalan dan penjagaan," tutup Wakapolri.  Sumber : merdeka.com

Ini Kenang-kenangan dari Presiden Jokowi untuk Raja Salman

Presiden Indonesia Joko Widodo (tengah kanan) dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud (tengah kiri) berpose bersama sejumlah tokoh Muslim di depan Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Kamis (2/3/2017).
Presiden Joko Widodo memberikan kenang-kenangan kepada Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud.

Kenang-kenangan ini diberikan saat keduanya menikmati jamuan teh di Hotel Raffles, Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Kepala Biro Pers dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, jamuan minum teh ini digelar sebelum kedua Kepala Negara mengadakan pertemuan dengan tokoh lintas agama.

"Dalam jamuan teh yang dimulai pukul 14.00 WIB ini, Presiden menyerahkan foto album yang memuat foto-foto Raja Salman selama berada di Istana Kepresidenan Bogor dan Istana Kepresidenan Jakarta," ujar Bey.

(Baca: Tokoh Islam Apresiasi Ajakan Raja Salman Hadapi Radikalisme dan Terorisme)

Raja Salman sempat beraktivitas di Istana pada Rabu (1/3/2017) kemarin.

Setelah pesawat yang membawannya mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Raja Salman langsung mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor.

Sementara, aktivitas Raja Salman di Istana Kepresidenan, Jakarta, berlangsung pada Kamis (2/3/2017).

Jokowi mengajak Raja Salman menanam pohon serta bertemu dengan tokoh Islam.

Pada Sabtu (4/3/2017) pagi, rencananya Raja Salman dan rombongan akan bertolak ke Bali untuk berlibur.


Apa makna kehadiran Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al-Saud di Indonesia dan keuntungan apa yang bisa dimanfaatkan pemerintah Indonesia dari kunjungan ini? Untuk membahasnya bersama Wartawan Senior Harian Kompas Trias Kuncahyono, Ketua Komisi Satu DPR Abdul Kharis Almasyhari serta Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi.

Raja Salman Temui Tokoh Agama Islam di Istana, Ini yang Dibicarakan

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud bersama Presiden Indonesia Joko Widodo (kanan) melambaikan tangan ke awak media di sela-sela pertemuan mereka di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/3/2017).
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh agama Islam di Indonesia.

Silaturahmi yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo itu digelar di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis (2/3/2017) siang.

"Yang Mulia Sri Baginda Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, sekali lagi saya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Yang Mulia di Istana Merdeka, Jakarta," ujar Presiden Jokowi saat membuka acara.

"Selamat datang juga kami sampaikan kepada yang terhormat Yang Mulia para alim ulama serta tokoh Muslim di Indonesia," kata Jokowi.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, silaturahmi diisi dengan penyampaian pernyataan dari tiga tokoh agama Islam di Tanah Air, yakni Ketua MUI Ma'ruf Amin, salah seorang ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas, dan Ketua MUI Jawa Tengah Habib Luthfi bin Yahya.

"Intinya para tokoh agama Islam di Indonesia menyampaikan perasaan syukur atas datangnya Raja Salman," ujar Lukman usai pertemuan.

Para tokoh Islam itu juga berterima kasih atas perhatian Arab Saudi yang besar kepada Indonesia. Para tokoh Islam berharap Indonesia-Saudi benar-benar memasuki babak baru hubungan yang lebih kuat lagi.

Secara khusus, para tokoh menyampaikan harapan kepada Raja Salman soal kualitas pelayanan haji setiap tahunnya.

"Persoalan haji diharapkan bisa ditingkatkan kualitasnya dan mudah-mudahan Indonesia masih tetap mendapatkan tambahan kuota mengingat animo masyarakat Indonesia ibadah haji cukup besar," ujar Lukman.

Sayangnya, tidak ada dialog dalam silaturahmi itu. Lukman mengatakan bahwa hal itu disebabkan kondisi kesehatan Raja Salman yang mesti dijaga.

"Memang beliau tidak muda lagi dan dari sisi waktu beliau juga perlu istirahat," ujar Lukman.

Namun, Raja Salman menyampaikan bahwa dirinya sangat senang bertemu dengan tokoh-tokoh agama Islam di Tanah Air. Raja Salman berjanji mendengarkan sekaligus memperhatikan saran dan pesan mereka.

Sumber : kompas.com

Apa manfaat politik Ahok dan Rizieq 'bertemu' Raja Salman?

Rizieq Shihab, melalui pengacaranya, mengklaim bahwa dirinya diundang dalam pidato Raja Salman di DPR, Kamis (02/03)
Kehadiran pemimpin Arab Saudi, Raja Salman bin Abdul Aziz di Indonesia tampaknya juga menjadi simbol perebutan politik oleh dua pihak yang berseteru dalam Pilkada DKI Jakarta, kata pengamat politik.
Raja Salman - sebagai pemimpin Arab Saudi - dianggap melambangkan ke-Islaman dan tanah tempat kelahiran para nabi, sehingga kehadirannya penting untuk meneguhkan legitimasi dua pihak yang berseteru.
Karenanya, peristiwa jabat tangan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan Raja Salman dan klaim pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab bahwa dirinya telah diundang untuk menghadiri pidato Raja Salman di DPR menjadi penting secara politik.
"Ini semakin menunjukkan politik di Jakarta yang makin panas, dan mereka (Ahok dan Rizieq) memperebutkan Raja Salman sebagai simbol kekuasaan politik," kata pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Asep Salahudin.
Dengan dapat 'bertemu langsung' Raja Arab Saudi, demikian Asep Salahudin, kedua orang itu ingin mendapatkan simpati massa. "Ini politik untuk saling mengklaim terhadap sosok Raja Salman," paparnya.
Apabila Rizieq dipastikan dapat menghadiri undangan pidato Raja Salman di DPR, Kamis (02/03), maka peristiwa itu dapat dibaca sebagai simbol dukungan negara terhadap keberadaan diri dan kelompok di belakangnya, kata Asep.
"Ini semacam politik untuk menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mendapat dukungan horisontal, tapi juga dukungan oleh negara," kata Asep Salahudin.
Adapun peristiwa jabatan tangan Ahok dengan Raja Salman, demikian Asep, dapat dibaca sebagai klarifikasi secara simbolis atas tuduhan penistaan agama atas dirinya.
"Karena, bagaimanapun sudut pandang bangsa Indonesia terhadap Arab Saudi itu sangat luar biasa. Dan baik Rizieq maupun Ahok ingin mendapatkan simpati massa sebanyak mungkin," tandasnya.
Undangan Rizieq dipertanyakan
Bagaimanapun, keputusan pimpinan DPR mengundang pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, untuk menghadiri pidato pemimpin Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz di DPR, Kamis (02/03) disesalkan seorang politikus.
Undangan kepada Rizieq Shihab itu dianggap mengistimewakan yang bersangkutan karena dia saat ini sedang terjerat kasus dugaan penistaan Pancasila dengan status tersangka, kata politikus PDI Perjuangan Eva Sundari.
"Karena itu agak aneh, kalau kemudian selera pimpinan untuk mengundang Rizieq Shihab," kata politikus PDI Perjuangan, Eva Sundari kepada BBC Indonesia.
Sebelumnya, kuasa hukum Rizieq Shihab, yaitu Kapitra Ampera, mengaku bahwa kliennya telah menerima undangan dari pimpinan DPR untuk menghadiri pidato Raja Salman di DPR.
"Ini undangan dari negara, Insya Allah kita hadir," kata Kapitra kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa pimpinan GNPF-MUI juga diundang.
Namun Kepala subacara protokol DPR, Sulistiono, mengaku belum bisa memastikan apakah Rizieq diundang dalam acara tersebut.
"Untuk sementara ini, kami masih terus melakukan cross check tentang daftar undangan yang keluar," katanya saat dihubungi melalui telepon.

Apa komentar Wakil Ketua DPR?

Ditanya siapa yang berhak menentukan undangan dalam acara itu, Sulistiono mengatakan pihaknya hanya melaksanakan keputusan pimpinan DPR dan Setjen DPR.
Tetapi ketika dikonfimasi, Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, mengaku dirinya juga tidak mengetahui secara pasti apakah Rizieq Syihab masuk dalam undangan.
Namun demikian, Fahri Hamzah mengatakan, "Kalau di antara undangan yang hadir ada tokoh yang dikenal kritis, itu kan biasa. Masak yang itu tidak boleh diundang."
Sikap yang ditunjukkan Fahri Hamzah ini dikritik Eva Sundari, "Ini menunjukkan kredibilitas parlemen menjadi pertanyaan. Parlemen menjadi proxi dari kepentingan-kepentingan pimpinannya."
Eva mengaku banyak mendapat pertanyaan dari masyarakat tentang kriteria siapa yang diundang.
Selain mantan kepala negara, jajaran menteri, duta besar, pimpinan DPR juga mengundang rektor dari perguruan tinggi Islam, tokoh intelektual, pimpinan ormas Islam, dalam daftar sekitar 1.500 undangan.
Rencananya Raja Salman akan berpidato di dalam gedung DPR dan juga akan diputar film kunjungan pemimpin Arab, Raja Faisal -kakek Raja Salman- ke Indonesia, 47 tahun lalu.
Sumber : BBC Indonesia

Ini Isi Pidato Raja Salman di DPR

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud didampingi Ketua DPR RI, Setya Novanto memberikan pidato saat mengunjungi Gedung DPR, Kompleks Parlemen di Senayan, Jakarta, Kamis (2/3/2017). Kunjungan Raja Salman ke Indonesia dalam rangka kerja sama bilateral Indonesia - Arab Saudi.
Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Gedung DPR/MPR merupakan momen bersejarah.

Kunjungan ke DPR kali ini mengulangi apa yang dilakukan pendahulunya, Raja Faisal, yang juga berkunjung ke DPR dalam lawatannya ke Indonesia pada 1970.

Dalam pidatonya kali ini, Raja Salman mengatakan bahwa kunjungan kali ini merupakan kunjungan balasan atas kedatangan Presiden Joko Widodo ke Arab Saudi.

Raja Salman juga berharap kerja sama kedua negara akan semakin meningkat dan memberikan manfaat.

Selain itu, dalam pidatonya dalam bahasa Arab, Raja Salman menyinggung banyak hal penting terkait isu keamanan dunia dan terorisme.
Berikut isi pidato lengkap Raja Salman:

Izinkan saya untuk mengawali sambutan saya ini dengan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia yang bersahabat, atas keramahan dan sambutan hangat, seraya menyampaikan perasaan bahagia atas keberadaan saya bersama para hadirin sekalian.

Sesungguhnya kunjungan ke negara Yang Mulia ini, yang diawali dengan kunjungan serupa, yang telah dilakukan saudara saya, Yang Mulia Bapak Presiden ke Kerajaan Arab Saudi dan saling tukar menukar kunjungan antar-para pejabat tinggi kedua negara, ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kerja sama di seluruh bidang yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi kedua bangsa kita yang bersahabat.

Para hadirin sekalian, sesungguhnya tantangan yang kita hadapi, khususnya bagi umat Islam dan dunia secara umum, seperti fenomena terorisme, benturan peradaban (the clash of civilization), dan tidak adanya penghormatan terhadap kedaulatan negara serta intervensi dalam urusan dalam negerinya telah mengharuskan kita untuk menyatukan barisan dalam menghadapi tantangan ini serta melakukan koordinasi dalam berbagai upaya dan sikap dalam memberikan manfaat bagi kita bersama serta keamanan dan perdamaian dunia.

Penutup, saya ingin menyampaikan aspirasi atas peran dewan yang terhormat dalam meningkatkan hubungan antara kedua negara kita yang bersahabat di seluruh bidang.

Saya juga memberikan apresiasi atas penandatanganan sejumlah kesepakatan dan nota kesepahaman antara kedua negara dalam kunjungan kali ini.

Saya berdoa kepada Allah SWT semoga senantiasa memberikan taufik dan ridhoNya kepada kita sekalian.

Sumber kompas.com

Pidato di DPR, Raja Salman Punya Satu Permintaan Khusus

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3/2017). Kunjungan Raja Salman ke Indonesia setelah 47 tahun lalu dalam rangka kerja sama bilateral Indonesia - Arab Saudi.
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud mempunyai satu permintaan khusus saat menyampaikan pidatonya di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, pada Kamis (2/3/2017) besok.

Apa permintaan Raja?

"Untuk di DPR, beliau (Raja Salman) ingin tempat penyambutan beliau sama dengan 47 tahun lalu, di ruang paripurna yang sama," kata Wakil Ketua DPR Agus Hermanto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/3/2017).

Pada 47 tahun lalu, atau Juni 1970, Raja Faisal bin Abdulaziz mengunjungi Indonesia dan sempat berpidato di ruang paripurna DPR.

Sejak saat itu, Raja Arab Saudi tidak pernah berkunjung lagi ke Indonesia hingga kedatangan Raja Salman saat ini.

"Dengan memberi sambutan di tempat itu, bisa mengingatkan, Raja dahulu juga pernah beri sambutan di sana," ucap politisi Partai Demokrat ini.

Selain permintaan tempat itu, lanjut Agus, tidak ada permintaan khusus lain dari Raja Salman. Namun, DPR tetap menyiapkan semuanya dengan sebaik mungkin, mulai dari penataan ruangan hingga kursi yang digunakan Raja Salman.

"Bahkan, jalan masuknya dibuat lebih mudah karena beliau jalannya harus lebih rata," ucap Agus.

Raja Salman tiba di Indonesia pada Rabu (1/3/2017). Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan Raja Salman di Bandara Halim Perdanakusuma.

Setelah itu, kedua kepala negara melakukan pertemuan di Istana Bogor. Raja Salman akan berada di Jakarta dan melakukan berbagai kegiatan lain hingga 4 Maret.

Setelah itu, barulah Raja Salman dan rombongan yang terdiri dari 1.500 orang berlibur di Bali hingga 9 Maret. Sumber kompas.com

Foto Salaman dengan Raja Salman Jadi Viral, Ini Kata Ahok

Meme Raja Salman bersalaman dengan Ahok. Facebook.com
Foto Gubernur DKI Jakarta DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tengah bersalaman dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud saat ini menjadi viral di media sosial. Banyak netizen yang memberi tanggapan atas foto tersebut. Namun Ahok sendiri tidak mau berkomentar banyak. 

"Ya pokoknya dikenalin Presiden. Bersalaman, lalu dikenalin. Ini Kepala BIN, terus ini Gubernur DKI Jakarta. Ya, aku salaman," ujar Ahok saat meresmikan co-working space Jakarta Creative Hub di Jalan KH Mas Mansyur, Jakarta Pusat, Rabu, 1 Maret 2017.

Baca: Hujan Deras, Rangkaian Acara Penyambutan Raja Salman Berubah

Raja Salman menggelar kunjungan kenegaraan ke Indonesia, hari ini. Dia mendarat di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma bersama rombongannya sekitar pukul 12.30. Ahok dan sejumlah menteri diajak Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan Raja Arab itu. 

Ahok mengatakan tidak ada hal penting dibicarakan saat dia bertemu dengan Raja Salman. Mereka hanya saling bertegur sapa dan berjabat tangan. "Salaman saja," ujar Ahok. 

Baca: Selain Ormas Islam, Raja Salman Juga Temui Tokoh Lintas Iman

Wartawan yang masih penasaran sempat menanyakan apakah Raja Arab itu menyinggung ihwal kasus Ahok terkait Surat Al-Maidah ayat 51. Gubernur Jakarta tersebut hanya terkekeh mendapat pertanyaan itu. "Enggak, lah. He-he-he," ujar Ahok sambil tersenyum. 

Pada hari pertama kunjungannya, Raja Salman langsung bertolak ke Istana Bogor. Sementara itu, Ahok pun tidak ikut serta rombongan karena ia berencana hadir dalam konser tunggal Bunga Citra Lestari di Plenary Hall JCC, Senayan, Jakarta Pusat, nanti malam. 

Sumber : Tempo.co  LARISSA HUDA 

Beda Gaya Jokowi dan Ahok Salaman dengan Raja Salman

Ahok bersalaman dengan Raja Salman. (Foto: dok. Instagram @basukibtp)
Bersama Presiden Joko Widodo, sejumlah tokoh ikut menyambut kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud di Bandara Halim Perdanakusuma. Mereka ikut bersalaman dengan Raja Salman. 

Raja Salman turun menggunakan eskalator pribadi, lalu disambut Jokowi dengan cipika-cipiki. Dengan dua tangan, Jokowi menggenggam tangan kanan Raja Salman saat bersalaman. 

Raja Salman bersalaman dengan Presiden Jokowi / Raja Salman bersalaman dengan Presiden Jokowi.
(Rusman/Biro Pers Setpres)
Raja Salman lalu bersalaman dengan para tokoh yang sudah siap di deretan sebelah kiri tangga pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (1/3/2017). Tokoh-tokoh yang tampak di bandara antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Satu per satu, mereka bersalaman dengan Raja Salman. 

Setelah bersalaman dengan para tokoh, Raja Salman berjalan melintasi karpet merah bersama Jokowi. Para menteri, Budi Gunawan, Ahok, dan yang lainnya ikut berjalan di belakangnya. 

Jokowi dan Raja Salman lalu naik mobil terpisah menuju Istana Bogor. Kini serangkaian acara berlangsung di Istana Bogor. 

Ahok juga sempat mengunggah foto dia bersalaman dengan Raja Salman itu di akun Instagram. Dia tampak mengatupkan kedua tangannya saat bersalaman dengan Raja Salman. 

"Mendampingi Presiden Joko Widodo menyambut Raja Salman bin AbdulAziz al-Saud yang baru saja tiba dari Saudi Arabia. Semoga membawa kebaikan untuk hubungan kedua negara," tulis Ahok di akun Instagram @basukibtp.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-3435145/gaya-jokowi-menag-dan-ahok-salaman-dengan-raja-salman (JMP/ML)

Catat, Saudi Investasi di Indonesia karena Ekonominya Bangkrut!

BY  ON
Kaum cingkrang girang sebab Raja nya yang selalu dielukan akan datang ke Indonesia, bawa duit hingga triliunan rupiah. Mereka lalu berasumsi dan berbangga diri, seolah mengatakan,”Nih, jagoan gue, pemimpin yang sesungguhnya amat kaya, bawa uang buat kemaslahatan umat, dan gue bakalan kecipratan”. Mereka lalu mengarang cerita bahwa Raja Salman datang karena dukung FPI, bahkan ada yang mengada-ngada, Raja akan bertemu Rizieq dan itu menunjukkan dia mendukung Anies-Sandi. Haha, mereka ini kerjanya memang cuma demo, jadi wajar tidak tahu perekonomian dunia, termasuk negara yang sering dibangga-banggakannya. Catet ya, RAJA SAUDI DATANG KE INDONESIA KARENA KONDISI EKONOMI NEGARANYA NYA COLLAPSE ALIAS AKAN BANGRUT!

Sebagaimana diketahui, Saudi itu kaya hanya karena minyak. Negara ini punya cadangan minyak terbesar kedua setalah Venezuela. 90% ekspornya bergantung pada minyak, hanya 10% sektor non minyak. Apa artinya? jika cadangan minyak Saudi habis maka ia seperti gelandangan miskin yang tak punya apa-apa. Berdasarkan data dari wikipedia, Saudi kini defisit APBN (government budget) sebesar 16% pada tahun 2015, dan minus 10% tahun 2016 . Atau bisa dikatakan belanja negara 840 M Real tapi 320 M diambil dari hutang atau hampir 40% .

Bandingkan dengan Indonesia yang hanya defisit 2%. Defisit 2% itu normal, sama seperti negara maju lainnya. Jadi kalau ada yang menggembor-gemborkan hutang Indonesia, dia perlu baca ekonomi lagi, hehe! Hutang belum tentu defisit, Bro!

Cerita Saudi kaya itu hanya cerita masa lalu. Negara gurun ini memang kaya, sebelum Amerika menemukan shale gas. Sejenis gas alam yang terdapat dalam batuan lunak/serpihan, yang di dalamnya mengandung minyak dan gas.  Batuan ini dengan teknologi khusus bisa diolah menjadi bahan bakar. Uniknya, bahan bakar ini bisa terbarukan. Dengan kata lain energi dari Shale Gas tak mungkin habis seperti halnya minyak dan batu bara.

Sebelum Amerika menemukan teknologi ini, harga minyak selalu tinggi dan bisa dimainkan oleh negara penghasil minyak dan sekutunya. Negara Arab saat itu memang sombong, mentang-mentang mereka penghasil minyak tertinggi, dan seluruh orang di dunia memerlukannya, mereka lantas pasang harga seenak perut sendiri. Berdasarkan data dari wikipedia, harga minyak tertinggi adalah pada tahun 2008, yang menyentuh angka 147,30 per barrel, atau jika dikurskan sekarang (1 US 13.000) adalah 1,9 juta. klik di sini. Indonesia tentu tak punya pilihan. Negara tetap mengimpor minyak dan mengeluarkan budget besar-besaran untuk mensubsidi. Kas negara langsung keok, tak mampu mencukupi pengeluaran.

Tapi kini Saudi terseok. Ekonominya makin melambat. Harga minyak dunia tak kunjung membaik. Amerika yang menjadi sekutunya seolah seperti Malin Kundang. Ia menyusu pada Saudi, tapi setelah kaya dan punya minyak sendiri, ibu susuannya ditendang. Amerika yang konsumsi minyaknya paling tinggi, tak lagi beli minyak. Begitu juga dengan China. Proyek ‘Kingdom Tower’ yang digadang-gadang gedung tertinggi di dunia pun tersendat. Ekonomi lesu , minyak juga tak laku. Saudi kehilangan konsumen. Ia terpaksa banting harga, saat ini  harga minyak mentah Saudi 54 dollar US. Bahkan pada lalu Febuari 2016 mencapai titik terendah, hanya 28 Dollar AS per Barrel. 

Saudi rupanya masih ingin memainkan harga minyak . Suriah yang mempunyai akses langsung ke laut tengah (laut penghasil minyak) harus dikuasai. Maka ia terjun dalam konflik Suriah. Ia melatih pemberontak dan mengirim pasokan senjata dan pangan. Tapi sungguh malang, Suriah tak dapat direbut, dan pemberontak berkhianat. Saudi makin keok. Uang sudah habis. Mereka harus cari cara bagaimana cadangan uang tetap bisa membiayai pengeluaran dalam dan luar negeri. 

Adalah Jokowi, lelaki kurus yang sering dihina kaum cingkrang yang bisa mengambil hati. Jokowi sangat cerdas dan lincah. Terbukti ia bisa memanfaatkan kesempatan. Saudi yang tengah bingung mau dibuat apa uang yang tersisa langsung didatangi. Ia menawarkan kerja sama. Dengan diplomasi yang sangat brilian, ia berhasil meyakinkan sang raja untuk ‘menabung’ di Indonesia. Seperti layaknya ‘sales’, Jokowi pasti menjanjikan keuntungan besar, jika Saudi mau menggelontorkan uang yang tersisa itu.

Sang raja terpikat. Indonesia di matanya memang bisa diandalkan. Indoensia tak pernah memihak pada negara manapun. Saat perang Suriah, Indonesia tetap mengambil jalan netral, tidak memihak pada Suriah ataupun Saudi. Masalah Indonesia juga kerjasama dengan Iran, musuh bebuyutan Saudi, tak terlalu dipikirkannya.

Saudi sudah bertekad untuk menggelontorkan uang yang tersisa itu untuk diputar. Uang itu diinvestasikan ke berbagai sektor, mulai dari minyak, wisata, perumahan, dan lain-lain.

Baik, Saudi akan investasi di bidang pariwisata, katakanlah sebagian di Bali. Lalu bagaimana caranya agar investasi itu cepat menghasilkan keuntungan? Ya iklanin dong, biar banyak yang mau datang ke Bali. Maka, sang Raja bawa pasukan, anak-cucu dan handai-tolan. Tak tanggung-tanggung 1.500 orang. Bali pasti langsung disorot wartawan luar ngeri. Mereka pasti akan mengikuti kegiatan keluarga kerjaan berplesiran. Ini sih hitung-hitung iklan gratis, Indonesia tak perlu susah payah mengiklankan lagi, hehe. Kalau ada anggapan raja foya-foya, padahal ekonominya sedangkan sedang lesu, sudahlah tak usah syirik. Siapa tau Sang Raja pakai kocek sendiri.

Sekarang FPI dan kaum cingrang pasti gigit jari. Di keterangan Dubes Saudi untuk Indonesia sudah ditegaskan Raja Salman tak akan menemui pimpinan FPI. Duh, duh.. saya yakin mereka pasti sakit hati, mungkin rasanya seperti dikhianati pacar yang kabur sama selingkuhannya. Tidak terima kenyataan, mereka membuat berita bohong, Raja Saudi akan temui Rizieq nanti di bali. Bah! Ada-ada aja sampeyan ini Bib! 

Sudah tahu Saudi menggaet Jokowi agar keuangannya tidak collapse, masih saja mau berharap. Kalau Raja menemui Jokowi hanya untuk dukung FPI, sama saja Raja bunuh diri. Jokowi ini diguncang fitnah sana sini, Kementrian Keuangan dan Menterinya serta Peruri jadi resah  gara-gara FPI, bu Mega jadi marah gara-gara FPI. Lantas sekarang mau ngaku-ngaku Raja Salman datang hanya untuk FPI? Haha..ketawa dulu deh, mereka memang banyak berkhayal. Tapi bisa jadi Raja Salman menemui Rizieq empat mata di Bali, bukan untuk mendukungnya tapi untuk ‘menjewernya’, sambil bilang, “Sudah bib, jangan teruskan aksimu! Jokowi sekarang jadi temanku. Kalau masih ngotot juga aku botak kepalamu!”hehe.

Well, kita patut berbangga diri. Bisa jadi kerjasama antara Iran-Indonesia dan Saudi-Indonesia ini akan mengakhiri gerakan radikal di negara tercinta. Setelah Indonesia datang ke Iran toh suara-suara yang dulu sering ‘ganyang Syiah’ ato apalah sudah berkurang. Ustadz-ustadz yang dulu ceramah menggebu-gebu untuk memerangi Syiah, seperti Arifin Ilham akhirnya melempem. Begitu juga dengan kaum cingkrang, saya berharap setelah kunjungan kenegaraan ini mereka tutup mulut atau tumpas ke akar-akar nya. Dan jika kerjasama ini nantinya bisa meredam konflik Saudi-Iran, maka Indonesia layak dinobatkan menjadi negera paling berpengaruh di dunia.

Well,kami bangga. BRAVO, Pak Jokowi!

Sumber info: seword.com

Catat, Saudi Investasi di Indonesia karena Ekonominya Bangkrut!

CATAT! Ini 4 Hal Menarik di Balik Kunjungan Raja Salman ke Indonesia

Raja Salman
Pada tanggal 1 hingga 9 Maret 2017 nanti, Raja Salman berencana akan datang ke Indonesia untuk bersantai dan melakukan beberapa kerjasama dengan Indonesia, termasuk investasi emas.

Kunjungan Raja Salman ini telah dikonfirmasi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada Selasa 21 Februari 2017 lalu. Sementara itu, pihak kenegaraan Raja Salman belum mengonfirmasi jadwal Raja Arab Saudi di Indonesia. Namun, yang pasti Sang Raja ingin menghabiskan waktunya di Bali.

Oleh sebab itu, segala persiapan telah disiapkan oleh pemerintah Indonesia untuk menyambut kedatangan Raja Salman.

Ada 4 fakta menarik di balik kedatangan Raja Salman ke Indonesia.

1. Kunjungan Bersejarah Setelah 47 Tahun

Sebelum Raja Salman, Raja Faisal pernah berkunjung ke Indonesia pada tahun 1970. Setelah 47 tahun berlalu, belum pernah sekalipun Raja Arab Saudi kembali berkunjung ke Indonesia. Hingga akhirnya Raja Salman akan menginjakkan kaki di tanah Indonesia untuk mengunjungi Bali dan membicarakan beberapa hal mengenai investasi kenegaraan dengan Presiden Indonesia, Jokowi.

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, menyebut kunjungan Raja yang diangkat pada tahun 2015 lalu itu bersejarah. "Ini adalah kunjungan bersejarah bagi kita karena kunjungan terakhir Raja Arab saudi adalah tahun 1970, sekitar 47 Tahun yang lalu."


2. Bawa 1.500 Orang

Raja Salman datang bersama rombongan 1.500 orang termasuk 10 menteri dan 25 Pangeran Ârab istimewa

Ada yang menarik dari kunjungan Raja yang kini berusia 81 tahun tersebut, Raja Salman berencana membawa 1.500 orang ke Indonesia awal Maret nanti. Jumlah ini termasuk 10 menteri dan 25 pangeran Arab Saudi.

Ada sekitar 29 penerbangan untuk mengangkut 1.500 orang beserta barang bawaan Raja Salman saat tiba di Indonesia nanti. Penerbangan ini terdiri dari 20 penerbangan yang mendarat di bandara Halim Perdana Kusuma dan 9 penerbangan yang mendarat di Denpasar, Bali.

Sementara itu, kargo rombongan Raja Salman telah sampai terlebih dahulu pada 15 Februari 2017 hingga 27 Februari 2017 nanti.

3. Disediakan Eskalator Khusus Penyambutan Raja

Hal unik lain pada kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz ini adalah disiapkannya eskalator khusus untuk digunakan oleh rombongan sang raja. Tangga khusus ini dikirimkan langsung dari Arab Saudi untuk Raja Salman. Bahkan tangga ini juga dikirimkan ke Bali tepat setelah digunakan Raja Salman saat tiba di Jakarta nanti.

Raja Salman diberitakan akan menghabiskan 3 hari pertama di Jakarta untuk berbincang dengan Presiden Jokowi. Enam hari setelahnya, Raja Salman beserta 10 menteri dan 25 pangeran akan bersenang-senang di Bali.

4. Disambut Langsung oleh Presiden Jokowi

Raja Salman akan disambut istimewa oleh Presiden Jokowi

Dalam kunjungan yang berselang 47 tahun dari kunjungan Raja Faisal ini, Raja Arab Saudi akan disambut langsung oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo. Penyambutan tersebut istimewa karena Presiden Jokowi juga disambut dengan ramah oleh Raja Salman saat berkunjung ke Arab Saudi beberapa waktu silam.

Tujuan penyambutan ini adalah sebagai bentuk balas budi sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia memiliki hubungan diplomasi yang baik dengan Arab Saudi.

Selain bawa 1.500 orang, ini 5 fakta mencengangkan kunjungan Raja Arab

Kunjungan ini sangat bersejarah bagi Indonesia
Kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, pada 1 – 9 Maret mendatang menjadi sorotan banyak pihak. Pasalnya kunjungan ini bersejarah bagi Indonesia. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan kepada awak media, kunjungan Raja Salman Al Saud itu merupakan tindak lanjut pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Pangeran Muhames bin Salman, saat hadir di sela-sela KTT Negara-negara Group 20 (G-20), di Hangzhou, China, tahun lalu.

Namun rupanya banyak fakta menarik untuk diketahui dalam kunjungan Raja Arab tersebut. Salah satunya mengenai jumlah rombongan yang ikut ke Indonesia sebanyak 1.500 orang. Lalu apa saja fakta menarik lainnya? Berikut brilio.net rangkum dari berbagai sumber, Kamis (23/2), 5 fakta menarik kunjungan Raja Arab ke Indonesia yang perlu kamu tahu.

1. Rombongan akan mampir ke Bali selama sepekan.
Rombongan Raja Arab sebanyak 1.500 orang tersebut nantinya akan singgah di Pulau Dewata, Bali untuk berlibur selama kurang lebih sepekan dari 4 – 9 Maret. Hal ini menarik karena secara tidak langsung akan menjadi promosi pariwisara Indonesia yang luar biasa. Pasalnya ini menjadi kegiatan kunjungan Raja Saudi ke Asia dengan durasi paling lama. Dengan demikian diharapkan, nantinya turis-turis dari negara-negara Timur Tengah (Middle East) banyak yang datang ke Indonesia.

2. Berkunjung lagi setelah 47 tahun.
Kunjungan pada Maret nanti, akan menjadi kehormatan bagi Pemerintahan Joko Widodo. Pasalnya kunjungan Raja Arab Saudi terakhir ke Indonesia terjadi pada tahun 1970 atau 47 tahun yang lalu, yaitu pada masa Pemerintahan Soeharto.

3. Raja Arab akan dijemput langsung oleh Presiden Jokowi di bandara.
Selama menjabat sebagai presiden, ini akan menjadi kali pertamanya tamu kenegaraan dijemput langsung oleh Jokowi di Bandara Udara. Hal ini dilakukan karena ketika berkunjung ke Arab Saudi, Presiden Jokowi juga dijemput langsung di pintu pesawat oleh Raja Salman. Sehingga dengan demikian, terlihat hubungan ini sangat dekat, sangat erat, dan sangat akrab.

4. Raja Arab akan dianugerahi bintang kehormatan tertinggi Indonesia.
Presiden Joko Widodo dalam kesempatan tersebut akan menganugerahkan bintang kehormatan tertinggi Republik Indonesia kepada Raja Salman. Bintang kehormatan ini diberikan, karena ketika melakukan kunjungan ke Arab Saudi, Presiden Jokowi juga mendapatkan kehormatan tertinggi dari Kerajaan Arab Saudi.

5. Investasi minyak dan haji gratis setiap tahun untuk keluarga Densus 88.
Kunjungan Raja Salam tersebut nantinya juga akan dilakukan penandatanganan investasi perusahaan minyak Arab Saudi bernama Aramco, di Cilacap dengan nilai USD 6 miliar. Namun Presiden Jokowi mengharapkan bahwa investasi Arab Saudi ini secara keseluruhan mencapai USD 25 miliar.

Selain terkait masalah minyak, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, (BNPT) Suhardi Alius, juga menjelaskan hasil kerjasama berkaitan dengan terorisme dan radikalisme. Salah satunya hasil kesepakatan bahwa keluarga Densus 88 yang meninggal dunia, maka orangtuanya setiap tahun akan dihajikan oleh Kerajaan Arab Saudi. Hingga saat ini, sudah ada lima orang keluarga Densus 88 meninggal yang dihajikan oleh Kerajaan Arab. Mereka dianggap sebagai syuhada, karena meninggal untuk membela negara melawan terorisme.

Delapan Fakta Menarik Seputar Kunjungan Raja Salman

PENJAGA Dua Masjid Suci, Raja Salman menyampaikan pidato pertama seusai diangkat sebagai pengganti Raja Abdullah yang disiarkan secara luas oleh televisi nasional pada Jumat (23/1) malam.FOTO:SAUDI PRESS AGENCY 
“Tapi kalau dari segi penjagaan keamanan sih ya tetap ada,” ujar Arief Yahya.
Karena dalam rangka liburan keluarga, kata Arief, pemerintah Indonesia juga tidak mendapatkan informasi soal ke mana saja tempat di Pulau Dewata yang akan dikunjungi Raja Salman. “Tidak diinfokan kepada kami soal itu,” ujar Arief Yahya kepada Tribunnews.com.

7. Menginap Sekitar Nusa Dua 
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati memerkirakan, rombongan kerajaan ini akan menginap di wilayah Nusa Dua dan sekitarnya. “Saya sudah mendengar kabar ini. Tetapi kepastiannya seperti apa dan di mana mereka menginap saya belum mendapatkan kabarnya.” “Kalau bertemu Menteri Pariwisata, nanti akan saya tanyakan,” kata Tjok Ace, panggilan akrab Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Ia mengatakan kedatangan Raja Arab dan rombongannya ini adalah peluang bagi pariwisata Bali. Selama ini kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Timur Tengah masih belum signifikan.

8. Pengamanan Polri
Berkaitan dengan kedatangan rombongan Raja Salman, Polri berencana menggelar pertemuan terkait pengamanan orang nomor satu di Arab Saudi itu. “Itu baru mau dibahas. Nanti itu kan dikumpulkan di Setneg (Sekretariat Negara) dulu untuk bagaimana rencana pengamanannya. Kami (Polri), biasanya kebagian ring 3,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto, di Jakarta, Rabu (22/2).

Menurut Rikwanto, personel Polri akan berada di ring 3 untuk pengamanan para tamu negara. Sedangkan ring 1 dan ring 2 menjadi bagian paspampres. “Biasanya untuk pengamanan rangkaian iring-iringan tamu negara, voorijder kami mengawal di depan dan belakang. Sedangkan di penginapan di ring 3-nya,” jelasnya.

Kabid Humas Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja juga belum bisa menjelaskan secara detil terkait pengamanan Raja Salman. “Tentunya akan dikawal ketat, ini kelasnya VVIP, sekelas presiden. Kami masih membahas soal pengamanannya bersama institusi terkait,” jelasnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Komandan Korem Wirasatya 163, Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa. Ia mengatakan untuk pengamanan kedatangan orang nomor 1 di Arab Saudi ini sedang dalam pembahasan.

Ia menyatakan sebelum mengawal Raja Arab, Korem 163/Wira Satya terlebih dahulu fokus mengawal kedatangan Presiden Jokowi serta Wakil Presiden M Jusuf Kalla. “Untuk pengamanan kedatangan Raja Arab Saudi sedang dibahas. Kami tengah fokus pada pengamanan Presiden dan Wakil Presiden RI,” jelasnya. 



(tribunnews.com)
Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2017/02/25/delapan-fakta-menarik-seputar-kunjungan-raja-salman?page=2 (JMP/ML)

Bandingkan Kunjungan Raja Salman ke Indonesia dan Amerika

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud. (Reuters)
Indonesia menjadi salah satu negara yang akan dikunjungi Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulazis al-Saud pada tanggal 1 hingga 9 Maret 2017 mendatang. Kunjungan ke Indonesia, bagian dari rangkaian kunjungan Asia Raja Salman selain ke Jepang, China dan Malaysia.

Raja Salman  juga sempat dikabarkan bakal mengunjungi Maladewa. Meskipun menurut laman maldivesindependent, Saudi Arabia belum mengkonfirmasi kembali soal kunjungan tersebut.

Kunjungan Raja Salman ke Indonesia, dianggap istimewa. Kunjungan ini pertama kalinya setelah 46 tahun Raja Arab Saudi tidak berkunjung ke Indonesia. Jakarta dan Bali karena itu bersiap menerima kunjungan raja negara petrodollar tersebut.

Fasilitas VVIP juga menjadi syarat penting kehadiran Raja Salman. Fasilitas tersebut berbeda dari persiapan menyambut kepala negara sebagaimana biasanya. Pra ketibaan Raja Salman, fasilitas eksklusif harus disiapkan antara lain mobil mewah milik raja, eskalator, tangga otomatis hingga alat pengamanan yang dibawa langsung dari Arab Saudi.

Tak heran, beberapa hari sebelum kedatangan Raja Salman di Bali, pesawat-pesawat kargo milik Saudi Arabian (SV) udah mendarat di bandara Halim Perdanakusuma. Pesawat-pesawat kargo akan bolak-balik yang mengangkut segala fasilitas untuk keperluannya, termasuk mobil Mercy tipe S600 dan tangga berjalan tersebut. Pesawat kargo mulai berdatangan sejak Selasa, 21 Februari 2017 dan pengiriman berlangsung hingga Kamis, 23 Feburari 2017.

Sementara di Bandara Ngurah Rai Bali, pesawat pengangkut fasilitas Raja Salman dan rombongannya juga sudah mendarat. Diperkirakan nantinya, akan ada tujuh pesawat berbadan besar yang khusus akan melayani penerbangan Raja Salman, Pangeran Arab Saudi dan rombongannya selama di Indonesia yang berjumlah sekitar 1500 orang.

Raja Salman dengan usia yang sudah lanjut dalam beberapa tahun terakhir dikabarkan tak terlalu sering melakukan kunjungan. Namun pada tahun 2015 lalu, dia mengunjungi Amerika Serikat dan bertemu dengan Presiden Barack Obama di Gedung Putih pada September 2015. Namun kedatangannya hanya dengan empat pesawat yang berisi ratusan delegasi dari Arab Saudi. Jumlah delegasi ini memang lebih sedikit jumlahnya dibandingkan jumlah rombongan Raja Salman ke Indonesia awal Maret ini.

Soal fasilitas VIP Raja Salman pada saat itu tidak terlalu menjadi fokus perhatian media di negeri Paman Sam. 

Alasan Raja Salman Bawa Lift Khusus Saat Kunjungan ke DPR

Lift khusus Raja Salman
Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz bakal berkunjung ke Gedung DPR pada Kamis, 2 Maret mendatang. Dalam kunjungannya ini, Raja Salman bersama rombongan membawa berbagai fasilitas khusus untuk dirinya selama di Indonesia, seperti lift khusus sang raja.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, fasilitas tersebut tak hanya dibawa saat kunjungan Raja Salman ke Indonesia. Sebab, fasilitas tersebut sudah menjadi standar Raja Arab dalam setiap kunjungannya.
"Raja Salman di atas 80 umurnya. Kedatangan beliau dipenuhi dengan persiapan-persiapan khusus, terkait dengan sistem pengamanan beliau sebagai raja dari negara berdaulat," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (24/2/2017).
"Kemarin beliau bawa lift khusus. Beliau sudah tidak kuat sendi-sendinya, tidak semuda anak muda, makanya dipakaikan lift (khusus)," dia melanjutkan.

Fahri mengatakan, DPR juga sudah berkoordinasi dengan pihak Istana Presiden terkait pengamanan khusus untuk Raja Salman. Termasuk, menggunakan lift khusus yang dibawa sendiri oleh pihak Raja Arab.

"Terutama di Gedug DPR juga sudah koordinasi untuk mempersiapkan penyambutan dan juga acaranya. Kita banyak menyiapkan hal khusus, misalnya tangga (khusus) karena persyaratan dari keadaan beliau secara khusus," ucap politikus PKS itu.

Menurut Fahri, sebagai raja senior dari seluruh dunia, wajar jika Raja Salman memiliki standar khusus, untuk aktivitas dan pengamanan dirinya selama berkunjung ke luar negeri.

"Kita tahu bahwa Raja Salman di antara raja-raja senior di dunia, pemimpin-pemimpin dunia yang senior. Saya ingat dulu waktu Konferensi Asia Afrika (KAA), pengaturannya juga sangat super teliti. Dia bawa (pengamanan dan fasilitas) semua sendiri," Fahri menandaskan.

Sumber : http://news.liputan6.com/read/2867525/alasan-raja-salman-bawa-lift-khusus-saat-kunjungan-ke-dpr (JMP/ML)

DPR: Kunjungan Raja Salman Berarti Penting Bagi Hubungan Bilateral

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (kanan)
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz sangat berarti bagi hubungan bilateral antara Indonesia dengan Arab Saudi. Lebih dari itu, juga untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Arab Saudi yang terjalin lama, mengingat kedatangan Raja Salman seperti mengulang kedatangan Raja Faisal 47 tahun silam.

"Ini seperti mengulangi rute yang sudah dilalui sekadar untuk mengingatkan hubungan kedua negara baik, memang sulit dipisahkan tidak hanya hubungan formal kenegaraan tapi juga ada hubungan emosionil keumatan," ujar Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (24/2).


Menurutnya, dalam kunjungan ke DPR nanti, Raja Salman akan menyampaikan pidato yang berisi pesan, sikap, maupun pandangan Arab Saudi tentang situasi dan kondisi dunia saat ini dan juga tentang Indonesia.

"Dan tentu akan bicara khusus tentang hubungan Indonesia dan Saudi Arabia. Saya kira simbolik sekali yang beliau lakukan. Saya kira ini baik di antara dunia yang penuh blok-blok, kita butuh banyak teman untuk menghadapi krisis dunia di bidang politik hukum keamanan ekonomi," kata Fahri.

Adapun persiapan DPR dalam menyambut kedatangan Raja Salman saat ini sudah 70 persen. Sementara persiapan sisanya akan dikebut dalam sepekan sebelum kedatangan Raja Salman pada 2 Maret mendatang ke DPR.

"Saya kira sudah 70 persen. Kita masih punya hampir seminggu sampai hari Kamis beliau datang. Mudah-mudahan pekan ini sudah selesai. Selasa nanti akan ada gladi bersih," ujar Fahri usai meninjau persiapan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (24/2).

Diketahui, dalam lawatan Raja Salman ke Indonesia dari 1-9 Maret 2017, tiga hari diantaranya merupakan kunjungan kenegaraan yakni 1-3 Maret 2017. Selain mengunjungi Istana Negara, rombongan Raja Salman juga akan mendatangi Gedung DPR RI. Dalam kunjungan tersebut, DPR melakukan persiapan khusus untuk penyambutan kepada Raja Salman, mulai dari sistem pengamanan sampai fasilitas kedatangan.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/dpr-ri/berita-dpr-ri/17/02/24/olv8m8280-dpr-kunjungan-raja-salman-berarti-penting-bagi-hubungan-bilateral (JMP/ML)

Delapan Fakta Menarik Seputar Kunjungan Raja Salman

PENJAGA Dua Masjid Suci, Raja Salman menyampaikan pidato pertama seusai diangkat sebagai pengganti Raja Abdullah yang disiarkan secara luas oleh televisi nasional pada Jumat (23/1) malam.FOTO:SAUDI PRESS AGENCY 
RAJA Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud akan datang ke Indonesia pada 1 Maret 2017. Selama di Jakarta, rombongan akan melakukan diskusi kenegaraan dengan Presiden RI Joko Widodo beserta jajaran menteri. Tak hanya itu, Raja Salman bin Abdulaziz juga akan berlibur ke Pulau Dewata.

Ada hal menarik yang mungkin terlewatkan oleh Anda.

1. Pertama setelah 46 Tahun
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud akan berada di Indonesia selama sembilan hari, mulai 1 hingga 9 Maret 2017. Ini adalah kunjungan kepala negara Arab paling bersejarah bagi Indonesia karena kunjungan sebelumnya oleh Raja Faisal terjadi 46 tahun silam.

2. Bawa 10 Menteri dan 25 Pangeran
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Raja Salman Abdulaziz bakal membawa rombongan dengan jumlah yang tak main-main. Sekitar 1.500 orang akan turut serta di kunjungan kali ini. “Kunjungan ini akan membawa rombongan terbesar, lebih kurang 1.500 orang, 10 menteri dan 25 pangeran,” kata Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, seperti dikutip dari Tribunnews.com.

3. Rombongan Gunakan Tujuh Pesawat
Untuk mengangkut rombongan tersebut, tujuh unit pesawat pun sudah disiapkan. Tujuh pesawat berkarakter wide body itu terdiri dari dua unit Boeing 777/2, 1 unit Boeing 747/1xp, 1 unit Boeing 7474/3, 1 unit Boeing 747/4, 1 unit Boeing 757, dan 1 unit pesawat Hercules.
Corporate Communication Departement Head Angkasa Pura I, Ida Bagus Ketut Juliadnyana mengungkapkan bandara di Indonesia siap melayani kedatangan Raja Salman beserta rombongan. “Intinya kami siap menangani kedatangan rombongan Raja Arab Saudi dengan tujuh unit pesawat wide body dan dipastikan tidak akan mengganggu jadwal penerbangan umum (schedule flight) lain,” ujar dia.

4. Pertemuan Kenegaraan
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Raja Salman bin Abdulaziz akan menghadiri pertemuan kenegaraan dengan Kepala Negara Indonesia. Berdasarkan keterangan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Agung, pertemuan antar dua negara ini akan membahas beberapa topik.
Tiga di antara topik diskusi itu adalah penambahan kuota jemaah haji, peningkatan wisatawan Timur Tengah ke Indonesia, serta perlindungan warga negara Indonesia yang bermukim di Arab.
Selain itu, sejumlah kerja sama akan dilakukan, di antaranya investasi Saudi Arabia melalui perusahaan tambang negara Saudi, Aramco, sebesar 6 miliar dolar AS. Diharapkan, investasi Saudi Arabia secara keseluruhan mencapai 25 miliar dolar AS.

5. Santunan Keluarga Densus 88 
Selain itu, ada kerja sama di bidang penanggulangan terorisme dan radikalisme, termasuk pemberian santunan bagi anggota Densus 88 Antiteror yang gugur dalam melaksanakan tugas. “Jadi anggota Densus yang meninggal dunia, orangtuanya akan dihajikan oleh Kerajaan Arab Saudi,” ucap Pramono Anung.

6. Liburan ke Bali
Pada 4 Maret 2017 mendatang, Raja Salman bakal bertolak ke Bali untuk liburan. Agenda tersebut bakal dilakukan hingga 9 Maret 2017. “Dari 1 sampai 4 Maret 2017 itu kami terima sebagai tamu negara. Berikutnya, yang di Bali, ya itu perjalanan keluarga ya, private,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.